Bimtek Promosi Pariwisata
MEDAN - Anggota Komis 10 DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dr Sofyan Tan berulang-ulang mengingatkan pentingnya menguasai teknologi digital dalam promosi pariwisata khususnya untuk di daerah. Salah satu caranya adalah memperbanyak promosi dengan cara virtual reality terhadap destinasi unggulan daerah.
Sofyan Tan mengungkapkan dari survei yang dilakukan oleh terhadap 19.000 traveler dari 26 negara, 64% diantaranya memilih ingin melihat sebelum membeli. Dengan artian para calon wisatawan ini baru akan memilih destinasi wisatanya ketika sudah mendapatkan sensasi dan gambaran yang utuh terhadap lokasi wisata yang akan dituju. Itu semua bisa dirasakan dengan teknologi virtual reality yang saat ini sedang gencar dipromosikan oleh destinasi wisata dunia.
"Melalui promo virtual reality, setiap traveler bisa merasakan langsung seolah-olah sudah berada di lokasi wisata yang akan dituju," ungkap Sofyan Tan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pedoman Promosi Event Pariwisata Daerah Kementerian Pariwisata di Hotel Grand Dhika, Jalan Dr Mansyur, Medan, Sabtu (8/09).
Sayangnya teknologi promosi wisata melalui virtual reality masih belum begitu massif dilakukan oleh stakeholder pariwisata di daerah. Umumnya masih menggunakan promosi konvensional yakni melalui foto dan video. Untuk itu diharapkan usai bimtek pariwisata ada output yang lebih nyata dalam membantu menggerakkan promosi wisata yang lebih efektif, efisien dan kreatif.
Sofyan Tan mengingatkan kembali bahwa pemanfaatan teknologi punya peran penting dalam pengambilan keputusan para calon wisatawan di dunia dalam mengambil keputusan terkait tempat wisata yang akan dikunjungi, tempat menginap dan sensasi yang bakal dirasakan. Untuk itu jangan lagi pernah mengunduh hal-hal yang negatif di semua platform media sosial. Apalagi menyebarkan dan memviralkan berita-berita hoax yang dapat memberikan kesan negatif bagi masyarakat luar negeri.
Pariwisata saat ini adalah sektor ekonomi penting di Indonesia karena mmapu menyumbangkan sekitar USD 16,8 miliar devisa negara di tahun 2017. Jutaan keindahan alam, budaya, warisan leluhur yang masih orisinil adalah nilai lebih yang harus terus digaungkan dan dipromosikan.
Untuk itu dalam lima tahun ke depan, harus ada upaya nyata seluruh pihak baik pemerintah, swasta dan masyarakat bersinergi dan bekerjasama meningkatkan promosi wisata dengan memanfaatkan teknologi informasi yang lebih kuat. Selain itu juga mengembangkan jenis wisata lain yang berbasis kultural dan membangun brand kepariwisataan yang lebih baik.
Sofyan Tan mengingatkan Provinsi Sumatera Utara tahun ini ditargetkan dapat mendatangkan 1 juta wisatawan mancanegara. Tentu itu akan menjadi target yang sangat berat mengingat kondisi pariwisata di Sumut sedang mengalami kelesuan. Jumlah wisatawan mancanegara jika dibandingkan antara Juni 2018 dengan Juni 2017 mengalami penurunan 27,60%. Jika pada Juni 2017 dapat mendatangkan 20.327 kunjungan, di Juni 2018 hanya 14.716 junjungan.
Karena itu penting membangun dan menyusun strategi promosi yang lebih kuat di sisa waktu yang ada. Perbanyak berpartisipasi dalam bursa pariwisata internasional, mengirim delegasi dan promosi wisata, menggelar festival budaya dan pameran di sejumlah negara.
(RA)